Kamis, 22 November 2012

10 Kualitas Dalam Diri Pengusaha Sukses


Dalam bisnis,  bagaimana cara Anda untuk sukses? Kualitas seperti apa yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha sukses? Ini adalah pertanyaan umum yang setiap pemilik bisnis ingin tahu. Dan mereka mencoba untuk memahaminya.
Kabar baiknya, mereka (pengusaha sukses) telah memperlihatkan kepada kita tentang apa yang membuat mereka menjadi besar. Ada sejumlah strategi yang dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda sendiri untuk meningkatkan peluang dan keberhasilan bisnis Anda.

Berikut adalah kualitas yang ada pada diri pengusaha sukses:

Mereka memiliki mimpi besar
Pengusaha sukses memiliki mimpi yang besar. Hal ini penting untuk bermimpi besar. David Novak, Chairman dan CEO Yum! Mengatakan, saya ingin terus bermimpi besar, bahkan jika orang berpikir saya melampau batas. Jika kita menetapkan tujuan yang berani, setidaknya kita memiliki tujuan untuk mencapainya. Namun, jika kita tidak memilikinya, apa gunanya muncul hari esok? (Baca: Arti keberanian bagi para pebisnis)

Mereka bisa mengidentifikasi peluang
Belajar bagaimana cara menemukan peluang adalah sifat penting yang harus dimiliki setiap pengusaha sukses. Seperti yang dikatakan  Gladys Edmunds, “Terkadang kesempatan datang dengan sendirinya. Namun, di waktu lain Anda harus mengejar kesempatan itu.” (Baca: Tips mewujudkan peluang tersembunyai)

Mereka siap untuk menang
Untuk menjalankan bisnis yang sukses membutuhkan kerja ekstra untuk mengelolanya. Mark Cuban mengatakan bahwa  setiap orang memiliki keinginan untuk menang, tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menang. (Baca: Dinamika pikiran, Kalah atau Menang)

Mereka bersedia untuk bekerja keras dari sebelumnya
Ryan Allis menggambarkan kerja keras seperti ini, apakah anda bekerja 70 jam per minggu selama berbulan-bulan, ditambah Anda rela tidur di kantor  ketika lembur, dan anda tetap tetap mencari investor setelah pinjaman Anda ditolak oleh 50 bank. (Baca: ketekunan dalam bisnis itu penting lho!)

Mereka disiplin dan fokus
Apa yang anda lakukan setiap hari akan menentukan apakah anda akan berhasil atau tidak dalam jangka panjang. Disiplin diri sangatlah penting, karena itu yang akan mendorong anda untuk bekerja dan bertahan dalam bisnis saat tantangan datang menghadang ketika menjalankan bisnis.  (Baca: cara mengatasi masa jenuh)

Mereka optimis, tapi mempersiapkan diri untuk terpuruk
Seperti yang ditulikan Donald Trump dalam bukunya: “Belajar untuk menghadapi masalah akan menyelamatkan saya dari banyak energi yang terbuang, dan akan menyelamatkan anda dari kejutan yang tak terduga. Ini seperti kehidupan, pasang surut yang tak terelakkan sehingga hanya mencoba untuk mempersiapkan dari untuk menghadapi mereka”.

Mereka cari dan bekerja dengan mitra yang tepat
Kitty Holding mengatakan, “mencari pasangan sejati adalah salah satu hal yang paling penting yang harus anda lakukan. Anda akan jauh lebih baik bila memiliki pasangan yang benar-benar dipercaya, dapat diandalkan, dan berfungsi secara efektif sebagai penyeimbang untuk kelemahan anda.”

Mereka berinovasi dan berpikir beda
Untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang kompetitif anda harus inovatif, jangan mengejar ketinggalan Anda, melainkan menciptakan pasar baru dan menemukan kembali yang baru.

Mereka tahu cara menjual
Penulis Donna Fenn menyarankan: “Pikat pelanggan Anda, dengan tidak menghadirkan produk anda sebagai komoditas tetapi dengan menjual sesuatu yang jauh lebih emosional dan berharga.”

Enam Tren Pemasaran Bisnis Kecil untuk 2013


Tren pemasaran bisnis kecil 2013 ini akan mempengaruhi rencana pemasaran Anda. Mereka (pemilik bisnis kecil)  tidak memiliki tujuan untuk menjadi seorang pakar pemasaran dalam berbisnis. Namun, penguasaan pemasaran merupakan komponen penting jika bisnis ingin sukses.
Meskipun akan ada banyak tulisan mengenai tren pemasaran bisnis kecil untuk 2013, kami percaya bahwa keenam tren pemasaran bisnis kecil berikut sangatlah penting bagi Anda untuk mengimplementasikannya lebih cepat daripada nanti.

Apa tren pemasaran bisnis kecil yang paling penting yang akan berdampak positif terhadap kehadiran online Anda?

1: Tidak lebih statis, website yang membosankan
Sebuah website statis yang hanya bercerita tentang Anda tidak lagi menjadi alat pemasaran yang berguna. Tidak seorang pun memiliki waktu untuk membaca tentang betapa hebatnya Anda jika mereka tidak tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka.
Sebagai gantinya, ubahlah website Anda menjadi sebuah perangkat yang berguna untuk membantu prospek Anda memahami siapa diri Anda dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka sambil membuat lebih mudah bagi mereka untuk menghubungi Anda.
Untuk melakukan transformasi ini, tambahkan konten untuk rencana pemasaran Anda. Menciptakan kualitas konten yang relevan, menarik perhatian target pasar Anda dan posisi Anda sebagai ahli dalam industri Anda. Apakah Anda ingin menghasilkan konten atau tidak, Anda harus menemukan cara untuk membuat informasi yang membantu pelanggan Anda. Bagaimana Anda memberikan informasi ini akan bergantung pada audiens target Anda.  Anda hanya perlu membuatnya semudah mungkin bagi mereka ingin mengkonsumsi atau memperoleh konten Anda.
Dengan membantu memberikan konten, Anda:
  • Mendidik prospek anda
  • Menarik perhatian mereka
  • Mendapatkan rasa hormat dari mereka
  • Mendapatkan kepercayaan mereka
Ketika seseorang sudah tahu dan mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan Anda, respon dengan cepat permintaan inbound mereka. Hal ini akan terus meningkatkan hubungan dengan mereka dan Anda memulainya dengan konten Anda.

2: Konten baru merupakan keharusan untuk kelangsungan hidup pemasaran online
Sebuah rencana konten dan kalender editorial akan membantu Anda membuat sebuah road map untuk apa konten Anda akan berkembang selama beberapa waktu. Apakah Anda merencanakan untuk 12 bulan atau beberapa minggu, membuat perencanaan ke depan akan membantu Anda untuk tidak membuang-buang waktu untuk mencoba mencari tahu dan memproduksi konten apa dan dengan media apa – teks, video atau audio. Anda mungkin ingin memeriksa kalender Editorial plugin WordPress untuk merencanakan posting Anda.

3: SEO merupakan tanggung jawab si pemilik bisnis kecil
Dengan adanya perubahan terhadap algoritma pencarian Google selama setahun terakhir ini, SEO gaya lama tak lagi berfungsi, dan pada kenyataannya masih banyak teknik SEO lama yang di pakai yang justru bisa mematikan visibilitas Anda.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah sedikit mempelajari tentang SEO, apa yang berfungsi dan mana yang tidak. Dengan begitu, Anda dapat menentukan apakah harus merekrut sebuah perusahaan pemasaran lokal terpercaya untuk membantu Anda atau melakukannya sendiri.
Mulailah dengan on-page SEO untuk website WordPress Anda. Menginstal plugin yang disebut WordPress SEO dan meluangkan beberapa waktu untuk mempelajari bagaimana menggunakannya. Plugin ini akan membantu Anda berjalan melalui proses SEO untuk setiap halaman atau memposting di website Anda.

4: Dukungan pengunjung seluler
Handphone adalah cara orang menggunakan Internet sekarang. Pastikan website Anda mendukung akses mobile juga sehingga Anda tidak kehilangan peluang ini.
Kebanyakan bisnis kecil kesulitan untuk memiliki dua situs web browser dan situs web mobile yang dirancang dan dikembangkan. Jika Anda ingin melakukan pengalihan website Anda ke tema responsif, maka Anda mampu mendukung semua perangkat dengan mudah.
Desain web responsif menanggapi ukuran dari perangkat yang sedang digunakan. Ada banyak tema WordPress responsive gratis maupun yang premium yang tersedia.
Meskipun tema responsif mungkin bukan pilihan yang tepat untuk semua situs web, keuntungan dari desain tema responsif lebih besar daripada negatifnya. Oleh karena itu, kemungkinan besar ini akan menjadi solusi yang paling populer bagi bisnis kecil untuk dukungan mobile.

5: pemasaran Email belum mati
Apakah Anda mengembangkan daftar opt-in email untuk bisnis Anda? Pemasaran email melengkapi keberadaan online Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk menjangkau orang-orang yang telah menunjukan ketertarikan mereka pada Anda.
Buatlah bagian dari rencana konten Anda untuk menciptakan produk yang berharga seperti alat ebook, whitepaper, atau yang berguna lainnya. Berikan secara gratis ketika mereka mendaftar untuk daftar email Anda.
 Kemudian mengembangkan strategi konten yang berlanjut hingga Anda dapat membantu permasalahan yang mereka hadapi. Hal ini akan terus mengembangkan hubungan dengan pelanggan dan menarik perhatian mereka yang tertarik dengan bisnis Anda.

6: Kehadiran optimasi Web adalah masa depan
Adanya pengoptimalan web akan membantu Anda secara konsisten meningkatkan jejak digital bagi bisnis Anda dan memperluas kehadiran Anda ke situs media sosial yang tepat:
  • Menciptakan visibilitas lebih untuk merek anda
  • Memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan orang-orang online selain Offline
Menarik perhatian klien ideal Anda melalui informasi yang berguna dan alat-alat yang membantu mereka memecahkan masalah tertentu. Tinjau terus keberadaan Anda di situs media sosial untuk memastikan apakah Anda perlu memusatkan sedikit perhatian atau memperluas kehadiran Anda ke platform lainnya.
Situs baru seperti Pinterest, menawarkan bisnis secara visual dengan cara mudah untuk berbagi pekerjaan mereka melalui akun bisnis Pinterest.

Dapatkah pelanggan menemukan bisnis online Anda di masa depan?
Evaluasilah bisnis Anda berdasarkan pada enam tren pemasaran bisnis kecil ini untuk memastikan apakah Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda secara drastis.
Jika Anda terjebak dalam kebiasaan pemasaran online dengan satu Website, tidak mendukung mobile, atau tidak ada konten baru untuk membantu prospek Anda memecahkan masalah, maka sudah saatnya bagi Anda untuk mengambil kendali.

Mengubah First Time Buyer Menjadi Repeat Costumer









Setiap hari, terdapat jutaan pelanggan atau konsumen di pasar Indonesia yang disebut sebagai “first time buyer”. Mereka adalah konsumen atau pelanggan yang baru bagi suatu perusahaan karena baru pertama kali membeli suatu produk atau jasa yang mereka produksi selama ini. Bisa juga, mereka adalah pelanggan baru dari sebuah toko atau outlet walaupun mereka bukan pelanggan baru untuk produk yang mereka beli.

First time buyer ini, tentu saja merupakan nadi yang penting bagi perusahaan untuk tumbuh. Apalagi bila penetrasi suatu produk atau jasa masih kecil dan pasar masih memiliki konsumen atau pelanggan yang belum pernah mencoba produk tersebut. Tidak jarang, pertumbuhan suatu produk, sebagian besar tergantung dari para pembeli pertama ini. Kadang-kadang, first time buyer disebut dengan “trialist” karena perusahaan sadar bahwa sebagian besar dari motif mereka membeli atau menggunakan produk tersebut adalah sekadar untuk mencoba.

Mereka sering disebut dengan “first time buyer” dan bukan “first time customer” karena proses pembeliannya adalah transactional dan bukan berdasarkan relationship. Mereka belum menjadi pelanggan, tetapi masih disebut pembeli. Kepuasan mereka belum terbentuk karena memang belum merasakan dan loyalitas mereka belumlah teruji.

Ketika pasar sudah mulai jenuh karena tingkat penetrasi semakin tinggi dan ditambah dengan jumlah pesaing yang semakin banyak, tak ayal lagi, perusahaan akan dihadapkan pada situasi di mana harus mengubah “first time buyer” ini menjadi “repeat customer”. Bila tidak, mereka akan dihadapkan kepada biaya akuisisi yang semakin tinggi dan akhirnya—pada titik tertentu—daya saingnya semakin melemah dibandingkan dengan perusahaan yang sudah memiliki pelanggan loyal.

Berbagai industri di Indonesia, sudah mengalami tantangan ini. Mereka harus benar-benar mengubah pembeli pertama ini menjadi pembeli atau pengguna yang loyal. Pasar seluler adalah contoh nyata. Kemampuan para pemain dalam industri ini untuk mendapatkan first time buyer masih sangat tinggi. Telkomsel misalnya, yang pada akhir April 2005 silam sudah mendapatkan total pelanggan 18,5 juta, masih saja setiap hari mampu menarik puluhan ribu pembeli baru. Kartu As-nya yang baru diluncurkan selama 11 bulan, bisa menyedot hampir 5 juta first time buyer.

Pemain yang lain seperti Mentari, IM3, Pro-X atau Telkom Flexi, juga menikmati pertumbuhan dari para first time buyer ini. Apalagi, dengan harga perdana yang lebih murah dari harga isi ulang pulsanya, magnit untuk menjadi first time buyer ini jelas semakin besar. Mereka membeli kartu perdana dengan Rp25.000, tetapi mendapatkan pulsa seharga Rp35.000. Akibatnya, daripada isi ulang, mereka yang tidak peduli dengan nomer telepon atau bersedia untuk berganti-ganti nomor, memilih untuk beli katu perdana lagi bila pulsanya sudah habis. Dengan kata lain, tingkat kebocoran akibat perusahaan tidak mampu memindahkan first time buyer menjadi repeat customer ini, sangatlah besar.
Dalam industri perbankan, akuisisi yang cepat terjadi untuk pelanggan e-banking. Beberapa bank berlomba-lomba mendapat pelanggan baru untuk produk-produk mereka seperti internet banking, SMS atau call banking. Terutama untuk SMS banking, dengan total potensi pelanggan yang bisa mencapai 10 juta di 5 tahun mendatang, maka proses untuk mencari first time buyer ini haruslah semakin agresif. Dalam beberapa tahun kemudian, permasalahan untuk mengubah mereka menjadi “repeat customer” akan segera muncul. Sekarang saja, dari mereka yang menjadi subscriber untuk layanan e-banking ini, hanya sekitar 10-20% saja yang aktif menggunakan.

Lalu, apa kiat-kiat untuk mengubah first timer buyer ini agar membeli atau menggunakan produk yang mereka beli pertama kali? Pada prinsipnya, sebagian sama dengan kiat-kiat untuk menjadikan pelanggan loyal. Hanya saja, penekanannya sedikit berbeda. Pembentukan loyalitas adalah proses dengan perspektif yang lebih panjang. Loyalitas juga lebih mengandalkan pembentukan “switching barrier”, yaitu pelanggan mempunyai persepsi bahwa biaya dan resiko yang harus dia tanggung sangatlah besar bila meninggalkan perusahaan atau beralih ke merek lain. Loyalitas juga menekankan kepada aspek cross-selling, sedangkan mengubah first time buyer menjadi repeat customer ini lebih menekankan agar mereka melakukan pembelian kedua dan ketiga. Jadi, perspektif waktunya lebih moderat dan biaya investasinya lebih kecil dibandingkan dengan upaya-upaya untuk membentuk loyalitas.

Walaupun demikian, mengubah first time buyer menjadi repeat customer sebenarnya juga merupakan suatu proses pembentukan loyalitas pada tahap dini. Jadi, bila loyalitas adalah suatu proses terintegrasi, maka upaya untuk menjadikan first time buyer menjadi repeat customer ini adalah bagian dari proses pembentukan loyalitas dalam jangka panjang.

Dari First Time Menjadi Repeat
Berikut ini adalah beberapa tip bagaimana perusahaan-perusahaan telah sukses mengubah first time buyer menjadi repeat customer. Tentunya, setiap tip tidak berlaku untuk semua industri. Setiap industri memiliki pelanggan dengan karakteristik dan harapan yang berbeda, demikian pula, berbeda dalam struktur persaingannya.

Pertama, dengan mengucapkan terima kasih. Ini adalah komunikasi sederhana yang sering dilupakan oleh banyak perusahaan. Segera setelah pelanggan membeli, perusahaan dapat memberikan ucapan terima kasih. Ini bisa dilakukan satu hari setelah pembelian ataupun satu minggu setelah transaksi. Pada saat mereka menjadi first time buyer, sangat mungkin, mereka mencoba karena diberikan iming-iming hadiah atau harga yang spesial. Jadi, pada saat itu, mereka sungguh tertarik dengan kata-kata seperti “discount” atau “free”. Tetapi setelah pembelian pertama, mereka mengharapkan ucapan terima kasih.
Industri perbankan, telekomunikasi, ritel atau industri jasa pada umumnya, dengan mudah melakukan hal ini. Industri seperti consumer goods yang memiliki jutaan konsumen, sangatlah sulit menerapkan program seperti ini. Yang dapat dilakukan adalah dengan mencantumkan terima kasih di labelnya. Bisa juga melalui komunikasi di media massa, tetapi haruslah dipertimbangkan efektivitasnya.

Kedua, ucapan terima kasih ini bisa digabungkan dengan upaya untuk mencari feedback dari pelanggan atau konsumen. Perusahaan bisa menanyakan kepada pelanggannya apakah mereka punya problem dan sudah puas dengan produk atau jasa yang mereka beli. Hal ini juga sekaligus menjadi semacam dorongan kepada mereka untuk menggunakan produk atau jasa secepatnya, seandainya ternyata produk yang dibeli belum digunakan. Dengan menciptakan kepuasan di awal, sudah tentu merupakan modal yang besar untuk dapat menciptakan repeat customer.

Ketiga, terus mengkomunikasikan “value” yang perusahaan dapat berikan. Bisa terjadi, bahwa first time buyer tidak mengetahui seluruh value yang perusahaan dapat berikan. Seorang pelanggan yang baru saja menginap di suatu hotel, belum tentu dia mengetahui fasilitas apa saja yang disediakan hotel setelah satu malam menginap. Oleh karena itu, pemberian informasi kepada mereka mengenai value lain yang dapat diberikan, sangatlah penting.
Seorang nasabah yang baru saja menjadi pemakai SMS banking, belum tentu mengetahui lebih dari 50% dari semua benefit yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi perusahaan untuk terus mengkomunikasikan fitur-fitur lain atau benefit yang dapat mereka peroleh dengan terus menggunakan produk ini. Apalagi, bila pembelian dilakukan secara impulse atau keputusan saat membeli sekedar mencoba dan hanya dengan informasi terbatas, sangatlah mungkin bahwa sekitar 50% hingga 90% dari first time customer ini tidak akan menjadi pembeli lagi.

Keempat, perusahaan dapat menciptakan berbagai program garansi. Ini penting untuk memberikan keyakinan kepada mereka untuk pembelian yang akan datang. Garansi, sebisa mungkin harus unconditional, mudah dimengerti dan mudah dieksekusi oleh pelanggan. Program garansi ini mengurangi persepsi risiko yang mungkin dihadapi oleh pelanggan.

Kelima, berupaya untuk terus mengedukasi penggunaan produk atau jasa. Sangat besar kemungkinan first time buyer untuk tidak membeli lagi karena mereka tidak bisa menggunakan produk secara optimal. Perusahaan yang menjual alat elektronik misalnya, bisa menawarkan jasa untuk memberikan training kepada mereka untuk menggunakan produk dengan baik sehingga memberikan manfaat maksimal. Apalagi, untuk produk-produk yang berbau teknologi tinggi, proses edukasi kepada first time buyer ini sungguhlah sangat penting. Ini akan menciptakan kepuasan mereka dalam menggunakan. Selain mereka merasakan manfaat yang lebih maksimal, mereka juga akan merasa lebih nyaman.

Keenam, kepada mereka dapat ditawarkan berbagai program “reward” sejak pertama kali. Ini akan mendorong mereka untuk terus mengumpulkan reward setiap saat menjadi repeat customer. Reward ini tentunya harus didesain dengan cara yang menarik dan benar-benar dapat memotivasi mereka untuk terus menggunakan. Pointr Reward adalah salah satu aplikasi program reward yang cukup luas digunakan oleh berbagai perusahaan.

Ketujuh, akan sangat baik bila perusahaan mulai menyusun database dari para first time buyer ini dan kemudian menggunakan untuk berbagai program di kemudian hari. Produk kartu prabayar adalah contoh industri yang benar-benar sulit memanfaatkan database. Mereka yang membeli kartu perdana, tidak dikenal namanya oleh perusahaan. Inilah yang mengakibatkan kesulitan para pemain seluler untuk membuat first time buyer ini menjadi repeat customer. Perusahaan relatif sulit untuk berinteraksi secara efektif. Mereka bisa dijangkau dengan SMS, tetapi karena tidak mengenal mereka dengan baik, sungguhlah sulit untuk berkomunikasi secara efektif.

Strategi jitu menarik pelanggan dari luar pagar


Restoran di dalam area wisata memang punya banyak tantangan. Dulunya banyak orang yang tidak masuk ke Ancol hanya sekadar untuk makan. Akibatnya restoran jadi sepi pada saat hari biasa. Tapi Bandar Djakarta mencoba membalikkan fakta tersebut. Bagaimana caranya?


Membesarkan resto di kawasan wisata tidaklah mudah. Apalagi resto-resto lain bertebaran dan mudah diakses. Tapi, Bandar Djakarta sukses menggarap pasar ini.  Siapa  yang tidak senang melihat  gerai makannya disambangi banyak tamu? Apalagi melihat dari tahun ke tahun, gerai makanannya terus berbenah dan menjadi destinasi kuliner banyak orang.

Hal ini dialami oleh Wendy Santosa saat gerai makannya dikunjungi banyak orang siang itu. Wendy Santosa adalah salah satu dari pendiri resto Banda Djakarta—sebuah resto makanan laut yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Ada sensasi tersendiri apabila kita makan di di tepi pantai– kita akan mendengar derai semilir angin, alunan gelombang air pantai serta aroma bau pasir laut yang khas, serta dihiasi oleh pemandangan kapal-kapal, kereta gantung yang tampak di kejauhan dan deretan rumah apik milik Putri Duyung Cottage – menjadikan resto yang terletak di bibir Teluk Jakarta ini terkesan unik. Suasana pelabuhan di Pantai Karnaval ini memang sengaja diciptakan di resto ini. Cocok sekali dengan namanya, Bandar Djakarta.

Kesuksesan Bandar Djakarta tidak jatuh dari langit.  Membangun bisnis makanan tidaklah mudah. Mengingat letak Bandar Djakarta yang berada di dalam Kawasan Ancol yang tidak mudah terjangkau oleh pengunjung—bila dibandingkan dengan resto lain di pinggir jalan. Ini diakui Wendy Santosa, pada awal membangun resto berkonsep pelabuhan ini. Dengan patungan modal bersama tiga rekannya—Sunarja Lesmana, Hans Setyabudi, dan Anton Cahyono. Resto ini dibangun pada 21 Desember 2001.

Dulu resto Bandar Djakarta ini berdiri di areal seluas 250 meter persegi, berada di  kawasan foodcourt Taste of Asia milik Ikang Fawzi. Namun, ketika, Taste of Asia tutup, Bandar Djakarta berupaya beroperasi sendiri.  Kini luasnya menjadi 3.000 meter persegi. Dari kapasitas tempat duduk hanya 80 orang, kini berkembang menjadi 1.400 orang.

Kendala besar yang dihadapi Wendy adalah problem tempat. Dulu orang tidak pernah berikir untuk makan di kawasan wisata Ancol. Karena, di luar, banyak sekali gerai makan bertebaran dengan sajian menu yang lebih bervariasi.  Untuk menuju resto saja harus bayar pintu masuk Kawasan Ancol. Tentunya, ini menjadi halangan psikologis tersendiri bagi para tamu. Sementara itu, mengandalkan pengunjung kawasan wisata tentu tidak optimal.

“Ini yang menantang kami. Kami pun melakukan berbagai edukasi terus-menerus. Salah satunya melalui iklan di radio. Kami sadar kuncinya tetap ada di servis dan kualitas menu. Kalau ini sudah bisa dicapai, marketing akan jalan sendiri dengan word of mouth. Kami membutuhkan waktu empat tahun untuk mengubah image tersebut,” kenang Wendy.

Kemitraan dengan Ancol menjadi penting. Pengelola resto ini pun akhirnya menggelar program untuk mengubah image Ancol tidak sekadar destinasi wisata. Tapi, juga destinasi kuliner. Apalagi, peluang sebagai resto makanan laut di Ibukota masih cukup besar. Selain itu, untuk merebut perhatian konsumen, Banda Djakarta menerobos dengan berbagai konsep unik. Salah satunya adalah membangun pasar ikan di lingkungan restoran. Ini yang menurut Wendy menjadi pembeda dengan resto-resto seafood lainnya.

Jangan bayangkan pasar ikan ini dengan pasar super padat, sekaligus becek, dipenuhi bau amis dan lalat.  Pasar ikan ini menyatu dengan bagian resto. Pasar ikan ini digelar dengan penataan yang rapi, sekaligus artistik – yang difungsikan untuk memudahkan pelanggan memilih jenis ikan mana yang mau mereka makan. Di pasar ini, pelanggan bebas memilih aneka macam  ikan, kerang, dan binatang laut lainnya yang siap diolah.

Konsepnya resto Bandar Djakarta mengolah menu ikan segar. Bahan baku langsung didatangkan dari pelabuhan. Untuk pemeliharaannya, digunakan es sebagai pengawet. Suasananya benar-benar seperti halnya dermaga.  “Pasar ini membuat pelanggan dihadapkan pada banyak pilihan, sehingga membuat orang ingin mencobanya semua,” kata Wendy.

Untuk menarik peminat, Bandar Djakarta menggelar pesta diskon 50% setiap Senin hingga Kamis. Setiap Senin ada diskon untuk kepiting. Diskon udang paru setiap Selasa. Ikan kue setiap Rabu. Cumi setiap Kamis. “Pesta diskon ini kami adakan sampai sekarang,” tandas Wendy.
Selain itu, tamu yang butuh hiburan pantai disediakan perahu khusus. Rutenya sekitar Pantai Karnaval. Tarif perahu Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu tergantung jumlah penumpang. Jadi  Bandar Djakarta tidak hanya menjual makanan saja, tapi juga menjual suasana.

“Kita memang tidak hanya menjual makanan. Tapi, juga suasana. Kami ingin agar pelanggan di sini tidak mudah lupa dengan Bandar Djakarta. Saya setuju dengan konsep experiential marketing,” imbuh Wendy.

Wendy menambahkan keunggulan resto ini tak lain adalah servis yang cepat. Paling lama sekitar 20 menit, menu makanan yang dipesan dipastikan sudah mendarat di atas meja. Di bagian tengah resto yang sebagian besar didominasi oleh bangunan dari kayu itu ada sebuah bar kecil. Namanya Bar Si Pitung. Pelanggan bisa memesan aneka minuman dari bar ini. Para bartender pun dengan sigap melayani. Di sana juga disediakan satu petak untuk konser live music. Setiap malam, para pengunjung bisa menikmati alunan berbagai musik itu. Bahkan, pengunjung bebas diberi kesempatan untuk turut bernyanyi. Banda Djakarta juga menyediakan paket outdside catering—menyuplai makanan untuk pesta di luar resto.

Selain itu, Banda Djakarta juga menyediakan layanan paket perayaan, seperti ulang tahun, pernikahan, dan sebagainya.  “Kami memang menyasar para keluarga. Bangunan kami desain sedemikian rupa agar menciptakan suasana kekeluargaan ini. Kami tidak mau bermain desain mewah agar tidak terkesan mahal,” katanya.

Dari sisi menu, Bandar Djakarta tidak kalah bersaing dengan resto-resto lainnya. Mereka mencoba berinovasi dengan menggunakan private label. Contohnya, Bandar Djakarta memproduksi saus-saus sendiri. Seperti Saus Jali-Jali, Saus Bandar Djakarta, Saus Teluk, dan sebagainya.
Saus itu sangat cocok menemani menu makanan seperti yang kami coba saat itu adalah satu piring kepiting lada hitam dalam ukuran besar. Satu piring berisi kerang macan yang bergelimangan dalam saus padang. Satu piring berisi enam potong udang pacet besar dalam luluran saus teluk. Satu piring calamari goreng tepung. Satu piring berisi roti mantau yang enak dimakan bila dicocolkan dengan saus padang atau saus lada hitam. Satu bakul nasi putih. Satu piring berisi lalapan.


Semua sajian langsung mencekik lidah kami untuk segera menyantapnya. Apalagi aromanya mulai menggoda.  Kepulan asap dari sajian yang masih panas itu langsung mengundang selera kami untuk segera menyantapnya.

Bicara soal harga, cukup rasional. Untuk ala carte rentang harganya Rp 12.000/kg sampai Rp 630.000/kg. Untuk paket buffet berkisar Rp 40.000-Rp 80.000 per orang.  Anda tidak usah khawatirb dengan harga karena Bandar Djakarta menyediakan diskon.  Apalagi menu satu porsi lauk bisa cukup di makan untuk 2-3 orang.

Soal omzet, Wendy belum mau menyebutkan. Namun, bisa dihitung sendiri.  Menurut  Wendy, volume pengunjung untuk weekdays sekitar 1.000 orang. Sementara di weekend, volumenya dua kali lipat.  Nah, bila setiap orangnya, katakanlah membayar Rp 20 ribu saja, omzet setiap harinya bisa mencapai Rp 20-40 juta.

Usai sukses menggarap Jakarta, Bandar Djakarta berencana mengekspansi ke daerah Serpong. “Konsepnya sama. Di sana, juga ada saung-saung. Letaknya cukup strategis, yakni di Alam Sutera.  Pasarnya juga lumayan besar sesuai survei kami,” kata Wendy optimistis.

Rabu, 21 November 2012

12 Tips Menggelar Meeting yang Efektif


 

 Tidak peduli di mana pun Anda bekerja, pelaksanaan meeting (rapat) adalah bagian yang sangat penting dan harus dilakukan dari keseluruhan proses bisnis yang ada. Bila Anda seorang manajer, pemimpin tim atau koordinator proyek, Anda perlu mengadakan meeting dari waktu ke waktu untuk membagikan informasi, mengembangkan ide-ide, menyebarkan berita, atau menetapkan standar kualitas yang diperlukan.

Tips meeting: Pastikan bahwa rapat yang Anda lakukan itu benar-benar bermanfaat dan akan dapat meningkatkan produktivitas, performance, dan moral perusahaan. Berikut adalah 12 tips yang bisa dipelajari untuk mengadakan meeting dengan efektif:

1. Tentukan Apakah Perlu Diadakan Meeting.
Fakta dan kebiasaan bahwa Anda selalu mengadakan meeting setiap hari Senin pagi secara rutin, tidaklah otomatis membuat rapat itu penting dan efektif. Apakah review dari kemajuan operasi perusahaan Anda sudah seharusnya dibicarakan sekarang? Pikirkan kembali benar-benar kebutuhan dari rapat itu. Jangan sampai meeting tersebut hanya akan membuang-buang waktu dan tidak menghasilkan apa pun.

2. Tentukan Tujuan Anda.
Siapkan bahan, agenda, dan tentukan tujuan untuk meeting. Bagikan informasi ini kepada peserta jauh di muka dan undang mereka untuk menambahkan agenda mereka sendiri sebelum hari pelaksanaan rapat. Pastikan semuanya siap sebelum meeting dilakukan, atau paling tidak lakukan review pada permulaan meeting. Buatlah time frame yang jelas untuk setiap agenda yang ada.
Misalnya:
02:30 – 02:45              Bahas konferensi di Stockholm.
02:45 – 03:00              Bahas perencanaan pameran di San Francisco… dan seterusnya.
Tahapan ini akan membantu Anda tetap konsisten berada dalam jalur agenda.

3. Sediakan Waktu Seperlunya untuk Minutes of Meeting.
Bila ada notulen atau hasil dari meeting terakhir, bagikan kepada semua peserta secepat mungkin. Mintalah persetujuan dari mereka bila perlu, dan pastikan semua diskusi sudah dimengerti dengan baik oleh semua peserta dari sana. Bila masih ada hal-hal lain yang muncul dari hasil rapat itu, maka hal tersebut dimasukkan ke dalam agenda meeting berikutnya. Kebanyakan meeting terhambat karena adanya keputusan-keputusan yang tertunda akibat absennya beberapa peserta dan lain-lain, sehingga persoalan yang sama kembali muncul pada meeting berikutnya. Ingatlah mana hal-hal yang seharusnya sudah selesai dibicarakan dan mana yang masih perlu untuk dibicarakan.

4. Tetaplah Berada pada Jalur.
Mulailah tepat waktu, dan jangan mengulang bahan pembicaraan untuk orang-orang yang datang terlambat, kecuali memang benar-benar diperlukan. Gunakan white board untuk menulis isu atau poin-poin yang penting. Pisahkan hal-hal yang harus dibicarakan sekarang dan yang akan dibicarakan nanti. Tetapkan protokol meeting standar untuk peraturan-peraturan seperti adanya saat-saat tertentu untuk melakukan interupsi, tetap fokus pada topik, sampaikan segala sesuatunya dengan singkat, dan lain-lain. Pastikan waktu meeting Anda tetap produktif.

5. Izinkan Peserta untuk Keluar.
Jangan sampai ada orang yang merasa dipenjara di ruang meeting. Bila seseorang sedang tidak fokus (pikiran dan fisik berada di tempat yang berlainan), maka ia tidak akan menjadi produktif, dan malah bisa mengganggu meeting atau pekerjaan lain yang sedang berjalan. Bila Anda hanya memerlukan staf akunting Anda untuk selama dua menit, maka tawarkan kepadanya untuk datang sesuai pada waktunya dan pergi lebih cepat.

6. Pantau Waktu Anda.
Tunjuk orang yang akan mengawasi waktu selama meeting berjalan. Terutama bila rapat tersebut sering menghasilkan diskusi atau debat yang tidak ada ujungnya. Ada beberapa isu atau hal-hal yang lebih baik diselesaikan di luar ruangan daripada mengganggu meeting yang sedang berjalan. Ada juga hal-hal yang bisa diselesaikan tanpa memerlukan semua peserta untuk hadir di dalam ruangan tersebut. Orang yang memantau waktu Anda bertugas untuk memberikan sinyal bila Anda sedang tertinggal atau lebih cepat dari jadwal dan agenda yang sudah ditentukan.

7. Pastikan Semuanya Terkendali.
Bila ada argumentasi yang mulai memanas terjadi di ruang meeting, segera tengahi dan pastikan kedua belah pihak merasa didengarkan dan dimengerti. Minta penyelesaian dan kompromi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sebagai seorang pemimpin, Anda perlu untuk memastikan semuanya tetap terkendali dan menghindarkan debat-debat yang tidak perlu—yang dapat mengganggu peserta lain. Tanggung jawab ini terletak di pundak Anda.

8. Buatlah Presentasi yang Mengesankan.
Bila Anda akan memberikan presentasi dalam meeting, lakukanlah dengan menarik. Bila Anda hanya akan memberikan kuliah kepada para peserta, lakukan di tempat lain dan kirimkan memo kepada para peserta tersebut. Jangan membaca semua tulisan yang ada di slide Anda. Gunakan kontak mata dengan semua peserta, tekankan pada poin-poin yang penting, dan sampaikan dengan sesingkat mungkin. Tunjukkan bahwa presentasi Anda dapat meningkatkan produktivitas yang ada. Mintalah respon kepada semua peserta dan apa saja yang diperlukan untuk meeting berikutnya.

9. Ciptakan Kelompok-kelompok Kerja.
Lebih banyak pekerjaan dapat diselesaikan dengan membentuk tim atau kelompok kerja yang kecil, daripada kelompok atau tim yang mempunyai terlalu banyak orang. Dorong dan dukung para peserta untuk memilih proyek atau isu yang menarik bagi mereka. Bekerja dan pantaulah mereka secara berkala dan pastikan mereka memberikan report kepada Anda. Berikan target dan ekspektasi yang diperlukan kepada mereka.
Dua kepala memang lebih baik daripada satu, tetapi terlalu banyak kepala malah akan mempersulit keadaan.

10. Galilah Potensi dari Semua Peserta
Gunakan waktu untuk menggali potensi setiap peserta di luar meeting. Bila Anda ingin memberikan dukungan kepada peserta yang aktif, berikan dia kesempatan untuk membagi ide-ide dan pendapat. Brainstorming tidak akan memberikan hasil yang produktif bila dilakukan dengan buru-buru. Lakukanlah bila memang diperlukan.
Bila ada banyak hal yang harus dibahas dan melibatkan banyak peserta, maka pertimbangkan untuk memilah meeting jadi dua sesi. Bagi dan pisahkan masing-masing peserta dan bentuk menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan permasalahan. Biarkan mereka berdiskusi dan membahas masalah tersebut, dan pastikan Anda menerima report mereka. Setiap kelompok akan lebih fokus membahas masalah yang lebih spesifik dan lebih berhubungan langsung dengan mereka. Dengan begitu, meeting secara keseluruhan akan berjalan lebih cepat dan lebih produktif.

11. Take A Break
Bila meeting akan berlangsung dalam waktu yang sangat lama, jangan lupa untuk mengadakan “break” pada waktu-waktu yang telah disepakati bersama. Ini akan kembali menyegarkan pikiran peserta. Meeting yang melelahkan tidak akan menghasilkan apa-apa, selain peserta yang kelelahan dan sangat ingin untuk meninggalkan ruangan. Cara yang paling jitu untuk kembali meningkatkan mood adalah memberikan makan siang, donat, kue atau minuman.

12. Buat Kesimpulan
Di akhir setiap meeting, pastikan Anda dengan cepat dan singkat mengulang semua keputusan penting yang dihasilkan. Tetapkan dan buat kesimpulan dari hasil meeting saat ini. Pastikan tanggal dan waktu untuk rapat berikutnya. Pastikan masing-masing peserta mengerti tugas dan tanggung jawab untuk pekerjaan berikutnya. Bila perlu, tetapkan agenda yang diperlukan untuk meeting selanjutnya.
Bersikaplah profesional pada setiap meeting yang Anda hadiri.
Ingatkah Anda pada saat Anda “terjebak” dalam suatu meeting yang sangat membosankan dan berpura-pura mendapat panggilan ponsel sebagai alasan untuk menyelinap keluar?  Bila Anda menjadi pemimpin meeting, Anda dapat mengikuti ke-12 tips ini untuk mendapatkan respek dan semangat dari seluruh peserta.
Rencanakan dan pastikan semuanya teratur sehingga semua peserta sadar bahwa ini adalah benar-benar meeting yang penting. Pastikan masukan dari mereka benar-benar diperhatikan dan kebutuhan mereka terpenuhi. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan meeting yang sukses, peningkatan semangat peserta serta image perusahaan.

Balanced Scorecard untuk Keberhasilan Bisnis








Balanced Scorecard menawarkan suatu sistem pengukuran dan manajemen yang menghubungkan tujuan strategis dengan peningkatan kinerja.
Robert Kaplan dan David Norton dalam bukunya yang berjudul ‘The Balanced Scorecard’ menunjukan beberapa cara yang dapat digunakan pebisnis untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pebisnis.

Perlu Anda ketahui pendekatan balanced scorecard memungkinkan para manajer untuk menciptakan tujuan dalam area bisnis, yang memberikan kerangka kerja untuk bertindak, dengan kemajuan yang dapat dikaji secara rutin.
Kesuksesan pada pendekatan balanced scorecard terletak pada kemampuannya untuk menyatukan dan mengintegrasikan serangkaian indikator yang mengukur kinerja aktifitas dan proses kunci pada inti operasi organisasi. Hal ini menunjukan gambaran yang seimbang, dan menekankan aktivitas spesifik yang harus dilakukan.
Sistem balanced scorecard mempertimbangkan empat area penting, area pertama yakni pengukuran keuangan tradisional yang ‘rumit.’ Sedangkan tiga area lainnya seperti pengukuran kuantitatif operasional yang ‘ringan’ yang mencakup:
  • Perspektif pelanggan, yakni bagaimana sebuah organisasi dipandang oleh pelanggan.
  • Perspektif internal, yakni masalah yang harus diatasi oleh organisasi
  • Perspektif inovasi dan pembelajaran yakni di mana area-area sebuah organisasi harus terus meningkat dengan inovasi dan pembelajaran tersebut
Ada dua contoh terkemuka yang paling menerapkan sistem  balanced scorecard di tempat kerja yakni Mobil Oil (sekarang Exxon Mobil) dan Cigna Insurance. Profitabilitas Exxon bergerak dari peringkat terakhir ke peringkat pertama dalam industrinya. Memang pada tahun 1993, Cigna Insurance merugi sebesar $ 1 juta per hari. Namun, dalam waktu dua tahun, profitabilitas perusahaan ini menjadi yang tertinggi dalam industrinya.

Kedua organisasi tersebut menghubungkan elemen-elemen signifikan dari kesuksesan mereka dengan sistem  balance scorecard.


Berikut rincian proses implementasi dari sistem balance scorecard dengan tahap utamanya meliputi:
1. Mempersiapkan dan mendefinisikan strategi
Persyaratan pertama adalah mendefinisikan dan menyampaikan strategi dengan jelas, yang memastikan orang memilki pemahaman terhadap tujuan strategis, serta tiga atau empat faktor kesuksesan penting yang fundamental untuk mencapai setiap tujuan.

2. Menentukan apa yang akan diukur
Tujuan dan pengukuran harus ditentukan untuk setiap perspektif yakni seperti finansial, pelanggan, proses internal, serta inovasi dan pembelajaran.

3. Memantangkan dan mengimplementasikan rencana
Diskusinya selanjutnya diperlukan untuk membuat kesepakatan atas rincian tujuan dan aktivitas yang akan diukur serta pengukuran yang akan digunakan. Nilai riil dalam pendekatan ini adalah menentukan tindakan yang akan diambil untuk meraih tujuan.

4. Mengomunikasikan dan mengimplentasi
Delegasikan balanced scorecard di seluruh bagian dalam organisasi.

5. Memublikasikan dan menggunakan hasil yang diperoleh
Sementara semua orang harus memahami keseluruhan tujuan, penting juga untuk menentukan siapa yang akan menerima informasi spesifik, mengapa, dan seberapa sering. Terlalu banyak rincian dapat membuat kita sulit untuk bertindak. Namun, jika terlalu sedikit tidak akan menghasilkan manfaat.
Gunakan informasi untuk memandu keputusan, memperkuat area tertentu yang membutuhkan tindakan selanjutnya, dan menggunakan proses secara dinamis.

6. Mengkaji dan merevisi sistem
Hal ini akan menghilangkan rintangan dan membuat tantangan baru. Cara terbaik untuk mengetahui apakah sistem balanced scorecard efektif untuk bisnis Anda adalah dengan membuat target pengukuran yang lebih tinggi setiap tahun dan terus memenuhi.

Cara Unik Meningkatkan Daya Saing Dalam Bisnis





Dalam persaingan di dunia bisnis dituntut kerja keras dan kelihaian, agar bisnis yang dijalani tetap berkembang. Terkadang, banyak pebisnis harus menghadapi kondisi yang sangat berat dan menantang. Terdapat sejumlah taktik dan teknik yang dapat membantu agar usaha bisa melewati masa sulit.
Banyak pebisnis yang terbiasa dengan tantangan untuk mempertahankan produktivitasnya dan keuntungan di saat industri terancam. Ancaman itu bisa berasal dari:
  • Kerusuhan global
  • Kelangkaan pemasok
  • Kehadiran pesaing yang semakin mengancam
Tidak sedikit pebisnis yang bisa melewati semua rintangan dan ada juga yang tidak bisa melewati tantangan tersebut. Salah satu contoh yang bisa dijadikan inspirasi bagi kita yakni kisah sukses dari perusahaan penerbangan Air France.

Perusahaan penerbangan asal Prancis ini menjadi lebih impresif karena adanya sejumlah tekanan yang signifikan dan terus menerus yang dihadapi oleh industri ini.
Dalam hal ini Air France merasa bahwa pasar tradisional terancam oleh beberapa peningkatan persoalan diantaranya:
  • Persoalan keamanan yang tidak menentu
  • Kemunduran industri penerbangan
  • Perkembangan perusahaan pengangkut berbiaya murah
Dengan adanya masalah ini Air France tetap kompetitif dan menaruh perhatian khusus kepada 4 teknik:
  1. Bereaksi cepat, dengan adanya krisis yang melanda itu,  Air France mengimplementasi dengan cepat strategi baru agar perusahaan bisa bangkit kembali.
  2. Bereaksi secara kolektif, dewan pengurus Air France mengadakan pertemuan guna mengambil tindakan segera, dengan mempertimbangkan cara terbaik dalam merespon suatu kejadian dan mengoordinasikan respons tersebut.
  3. Terus memperhatikan semua pesaing, di Prancis terdapat pesaing yang mapan untuk layanan transportasi kepada masyarakat yakni kereta berkecepatan tinggi (TGV). Ini berarti bahwa diperlukan banyak ilmu kreatif dan inovasi agar bisa menarik konsumen untuk bisa memilih Air France.
  4. Menggunakan semua sumber daya yang tersedia, sumber itu bisa berupa manusia yang dimaksimal untuk bisa bangkit kembali dari keterpurukan dan juga dari aset yang tadinya belum dimanfaatkan menjadi bermanfaat dan berguna untuk kelangsungan perusahaan.
Setelah melihat contoh yang sukses dari Air France tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan dan menerapkan ke dalam ide bisnis. Berikut penerapan-penerapan yang bisa kita ambil dari ide bisnis ini untuk meningkatkan daya saing yang unik seperti:
  1. Komunikasikan secara aktif brand value Anda, yakni apa yang membuat bisnis dan produk Anda spesial dan serta layak dipilih oleh konsumen.
  2. Bandingkan bisnis Anda dengan usaha orang lain. Apakah ada perbedaan yang mencolok, jika ada segera cari kelemahannya dan segera perbaiki.
  3. Temui pelanggan dan pahami persepsi serta kebutuhan mereka.
  4. Perkuat dan memahami serta pertahankan penyebab keberhasilan dalam berbisnis.
  5. Cari tahu kenapa pelanggan lebih mencari Anda daripada pesaing Anda.
  6. Tinjau ulang kekuatan dan kelemahan pesaing secara rutin. Kembangkan sebuah rencana kerja yang nantinya akan meminimalkan kekuatan dan mengeksplotasikan kelemahan mereka.
  7. Kembangkan serta sempurnakan produk dan taktik yang digunakan untuk menjual dengan memanfaatkan pemahaman Anda mengenai persaingan. (HN)
Bagaimana apakah Anda mendapat inspirasi dari contoh atas, sehingga dijadikan motivasi bagi Anda untuk berkembang.

Strategi Marketing Kreatif dengan Pemasaran Presisi


 

Dalam berbisnis pasti membutuhkan strategi marketing yang efektif dan cocok dengan bisnis yang sedang dijalankan. Maka tidak sedikit para pebisnis yang salah mengambil strategi dalam memasarkan bisnisnya. Untuk itu diperlukan beberapa pengetahuan dan penelitian agar bisnis yang dijalankan bisa terus maju dan berkembang.

Untuk tahap awal dalam menjalankan strategi marketing kreatif dengan pemasaran presisi tersebut dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam mengamati konsumen seperti:
  • Putuskan siapa pelanggan ideal Anda
  • Putuskan kemana mereka pergi
  • Apa yang mereka lakukan
  • Apa yang mereka inginkan
Gunakan informasi tersebut untuk membidik pelanggan secara tepat pada poin-poin kunci dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Selain itu, dalam pemasaran presisi ini melibatkan empat pertanyaan, siapa, apa, kapan, dan bagaimana sehingga akan terbentuk strategi pemasaran yang jitu.
Dalam menerapakan strategi tersebut bisa di contohkan seperti ABN, sebuah bank yang ingin membidik pelanggan di negeri kincir angin yang termasuk negara yang kaya, yakni  membuat sebuah lounge di Schiphol Airport, Amsterdam, yang digunakan secara eksklusif oleh klien Preferred Banking.

Dalam Lounge elit tersebut di buka setiap hari dari pukul 6 pagi hingga 10 malam, menyediakan ruangan untuk rapat, akses internet, makanan dan minuman, penukaran mata uang asing, serta tempat untuk bersantai di tengah-tengah ketergesaan dalam perjalanan. Dengan proyek ini, ABN menunjukan pemahaman yang jelas mengenai pemasaran presisi seperti:
  • Siapa pelanggannya:  orang-orang kaya yang akan berpergian dari Belanda.
  • Apa yang mereka inginkan: sebuah tempat bersantai yang mewah ketika berpergian.
  • Kapan mereka menginginkannya:  antara pukul 6 pagi sampai 10 malam, ketika penerbangan tiba dan pergi.
  • Bagaimana mewujudkannya: dengan membuat lounge eksekutif yang memberikan fasilitas yang disukai oleh orang kaya yang sedang berpergian.

Bagaimana penerapan strategi ini agar bisnis yang dijalankan tidak salah langkah, yang di kutib dari 100 ide bisnis terhebat:
  1. Pastikan Anda membidik pasar yang tepat dengan mengakses riset pasar yang dapat diandalkan misalnya, melalui web pemasaran. Ketetapan adalah elemen penting dari pemasaran presisi.
  2. Adakan sesi brainstorming dimana setiap pertanyaan dari empat pertanyaan pemasaran presisi dipikirkan secara mendalam.
  3. Pertimbangkanlah strategi pemasaran presisi yang ingin Anda jalankan secara realistis untuk melampaui upaya pesaing saat ini.
  4. Temukan cara untuk memperluas pemasaran dan penawaran Anda. Usahakan agar tetap segar, menarik, tepat sasaran, dan unik.
Semoga strategi tersebut bisa menambah wawasan Anda agar terus maju dan berkembang  dalam berbisnis

Strategi Bisnis Pendukung dan Penantang


 

 Mungkin Anda pernah melakukan beberapa strategi bisnis agar usaha yang Anda lakukan bisa maju dan berkembang. Tidak ada salahnya jika Anda mencoba salah satu ide bisnis yang paling sederhana, singkat, dan efektif yakni mendorong orang agar membentuk kelompok pendukung dan penantang.
Ide yang telah banyak dipraktikan oleh banyak organisasi di seluruh dunia ini, merupakan sebuah cara yang sangat diperlukan untuk membangun kerja tim, produktivitas, dan efektivitas di tempat kerja.

Ada beberapa ide misalnya sebuah kelompok pendukung dan penantang terdiri dari empat atau lima pekerja yang memiliki level atau status yang sama, yang mengadakan pertemuan informal secara rutin (mungkin sebulan atau seminggu sekali).

Setiap orang secara bergantian menjelaskan tantangan atau masalah yang mereka hadapi selama kurang lebih sepuluh menit. Sementara yang lain mendengarkan lalu mengajukan pertanyaan, yang akan membantu rekan kerja mereka memahami persoalan utamanya dan solusi- solusinya. Hal ini sebaiknya dilakukan tanpa menentukan sebuah solusi; kuncinya adalah mendukung individu tersebut dan menantang pemikiran serta asumsinya.

Jaringan apotek ritel Inggris, Boots, merupakan salah satu organisasi yang sukses menggunakan teknik ini. Kelompok pendukung dan penantang efektif untuk beberapa alasan.
  1. Membicarakan sebuah persoalan atau tantangan dapat membantu memberikan perspektif dan memperjelas masalah, bahkan tanpa adanya komentar dari para kolega.
  2. Pandangan orang lain dapat memberikan pendekatan yang berbeda terhadap sebuah tantangan atau sekedara hanya memberikan dukungan dan kekuatan. Dengan demikian, keterlibatan orang lain sangatlah membantu.
  3. Orang akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai persoalan dan tantangan yang mereka hadapi. Dengan menyadari adanya persoalan yang sama akan mendorong orang untuk lebih berkolaborasi.
  4. Mendengarkan tantangan orang lain dapat membuat individu mempertajam pemikiran dan pendekatan mereka sendiri.
  5.  
Bagaimana penerapan ide ini bisa dilakukan
  1. Kumpulkan sekelompok kolega, jelaskan konsepnya (untuk memberikan dukungan serta menantang pemikiran satu sama lain), dan aturlah pertemuan rutin.
  2. Salah seorang memperhatikan waktu-waktu yang digunakan untuk menjelaskan tantangan yang dihadapi sebaiknya tidak lebih dari sepuluh menit.
  3. Pastikan semua yang hadir benar-benar menyimak penjelasan tanpa menginterupsi.
  4. Ajukan pertanyaan dan berikan komentar secara bergantian. Pendekatan dengan menggunakan pertanyaan biasanya efektif.
  5. Lanjutkan ke individu selanjutnya dan ulangi prosesnya.

Semoga teknik ini bisa membantu bisnis Anda, agar bisa terus bersaing dengan bisnis yang lain.

Teknik Pengobatan Jitu Tanpa Zat Kimia


 

 Namanya manusia hidup pasti pernah merasakan keluhan-keluhan ringan seputar kesehatan.
Banyak penyebabnya mulai dari stres dengan pekerjaan kantor, beban kuliah yang menumpuk, ataupun masalah keuangan yang tak berujung selesai dan banyak lagi masalah lainnya.
Memang kadangkala penyebab keluhan itu bisa berakibat pada keluhan fisik seperti pusing, tidak selera makan, mual, kram perut, dan rasa menyesak di dada.

Dengan keluhan-keluhan itu, banyak orang yang sudah ketergantungan dengan obat yang mengandung zat kimia. Memang memakai obat-obat yang mengandung zat kimia kadang kala sembuh secara instan. Tapi, alangkah baiknya dengan keluhan yang ringan bisa disembuhkan tanpa obat yang mengandung zat kimia.
Berikut beberapa metode penyembuhan tanpa obat yang dapat Anda lakukan sehari-hari yang di lansir dari beberapa sumber.

1. Meditasi
Adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang membebani, maupun mencemaskan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak manfaat meditasi yang bisa Anda rasakan baik secara langsung maupun tidak langsung secara fisik. Dari sudut pandang fisikologis, meditasi adalah anti-stres yang paling baik.
Selama Anda melakukan meditasi biasanya detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stres menurun.
Dr. Herbert Benson, seorang ahli jantung dari Universitas Harvard, menjelaskan manfaat-manfaat dari meditasi yang telah dipraktikan orang selama berabad-abad adalah:
  • Apabila Anda secara rutin melakukan meditasi, organ-organ tubuh dan sel tubuh akan mengalami keadaan baik dan bekerja lebih terartur.
  • Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan baik.
  • Mampu mengerti perasaan sesama.
  • Selalu bertekun dalam hidup yang baik, sebagai berkah bagi sesama.

2. Menghirup aroma terapi
Perlu Anda ketahui pengobatan aroma terapi sudah ada sejak 6.000 tahun yang lalu. Kata “aroma terapi” digunakan oleh kimiawan Perancis, Rene-Maurice Gattefosse pada tahun 1920-an, yang mencurahkan hidupnya untuk meneliti sifat penyembuhan minyak esensial setelah musibah labolatorium parfumnya.
Aroma terapi memiliki berbagai jenis aroma. Masing-masing aroma dalam aroma terapi tersebut memiliki berbagai fungsi yang tidak hanya berguna untuk mengharumkan ruangan atau wewangian namun juga memiliki berbagai fungsi luar biasa bagi kesehatan Anda.
  • Aroma terapi Basil,  mengatasi sakit perut, kejang otot dan pegal linu, masalah pernapasan, flu dan demam, lelah mental, sakit kepala, sulit konsentrasi dan mudah gugup.
  • Aroma terapi Clove, mengurangi sakit gigi, diare, kudis, kurap dan kadas.
  • Aroma terapi Cubeb, untuk penyakit anorexia, selulit dan kurang nafsu makan.
  • Aroma terapi Cypress, mengatasi tekanan darah rendah, system sirkulasi, wasir, selulit serta mengurangi keringat yang berlebihan dari dalam tubuh.
  • Aroma terapi Ginger, melindungi tubuh dari rasa kedinginan, demam, mual-mual, pencernaan, anti peradangan, infeksi saluran kencing, kandung kemih, menghancurkan segala jenis parasit usus dan menormalkan tekanan darah.
Ada banyak lagi aroma terapi yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

3. Teknik Pernapasan
Salah satu teknik pernapasan adalah menarik nafas panjang untuk mengurangi ketegangan dalam pikiran. Saat menarik nafas  kita menghirup udara sebanyak banyaknya dan menghembuskan secara perlahan. Lakukan berulang-ulang secara perlahan sambil menyadari tarikan nafas dan saat menghembuskannya.
Bayangkan bahwa saat menarik nafas dan mengambil oksigen untuk tubuh, berarti Anda sedang menarik energi dan kekuatan positif dari alam. Ketika Anda menghembuskan jangan terburu-buru, pejamkan kedua mata dan lakukan perlahan seolah-olah Anda sedang melepaskan energi negatif bersama dengan tiupan halus dari mulut.
Dalam teknik pernafasan ini juga baik untuk mengurangi keluhan nyeri saat haid, pada saat melahirkan dan nyeri luka jahitan setelah bersalin. Tehnik relaksasi dengan pernafasan ini dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan daya kerja sel syaraf serta sistem hormonal dalam tubuh.

10 Cara Agar Otak Tak Lemot



 


www.marketing.co.id - Untuk menjaga agar fungsi otak bekerja dengan maksimal, maka perlu juga untuk selalu diasah agar kinerja otak  tidak lemot atau lambat untuk merespon apa yang diperintahkan.
Proses berpikir yang cepat bisa membantu meningkatkan kemampuan orang dalam melakukan banyak tugas diwaktu yang sama. Untuk mencapai hal tersebut, butuh pelatihan otak yang sederhana. Namun, harus  efektif sehingga kebugaran pikiran meningkat.
Otak adalah pusat sistem saraf yang ada pada organ manusia. Selain itu, otak adalah struktur pusat pengaturan yang meliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri dari 100 juta sel saraf atau neuron. Maka otak mempunyai tugas untuk mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh seperti detak jantung dan tekanan darah.
Berikut ini 10 hal yang bisa dilakukan agar otak tidak lemot dan proses berpikir jadi lebih cepat, seperti dikutip dari Timesofindi:
1. Jangan gunakan kalkulator
Memang kita selalu dimanjakan oleh kalkulator, jika kita mau menghitung yang seharusnya bisa dengan jari tangan maupun menghitung di kepala. Agar otak selalu berpikir. Coba Anda jangan terbiasa menggunakan kalkulator agar otak tetap aktif.

2. Memperluas kosa kata
Memperluas kosa kata adalah salah satu agar otak tak lemot. Cara memperluas kosa kata itu seperti membaca artikel, berita atau novel. Agar otak terbiasa mempelajari kata-kata baru yang sebelumnya tidak akrab didengar. Teknik ini akan membantu mempertajam memori dan meningkatkan kosakata dalam otak.

3. Melakukan seni
Melakukan seni adalah salah satu sumber latihan yang membantu meningkatkan bagian di otak yang bekerja mengekspresikan diri secara non-verbal. Seni membuat orang jadi kreatif, menggunakan keterampilan motorik halus dan berpikir analitis.

4. Gunakan tangan yang tidak dominan
Biasanya seseorang melakukan menggunakan tangan kanan. Tapi,  cobalah menggunakan tangan yang tidak dominan saat melakukan tugas dasar yang membutuhkan konsentrasi,. Kegiatan ini akan memerlukan perhatian ekstra sehingga membuat diri lebih fokus menyelesaikan tugas-tugas sederhana.

5. Mendengarkan lagu favorit berulang
Tidak dipungkiri jika seseorang menyukai sebuah lagu tertentu, orang akan terus menerus mendengarnya. Hal ini akan membantu otak menghapal lirik yang secara tidak disadari membantu otak meningkatkan kekuatan menghapalnya.


6. Belajar bahasa asing
Belajar bahasa asing selain mendapatkan pengetahuan baru,  juga bisa meningkatkan karir profesional seseorang. Di samping belajar bahasa asing menjadi sumber latihan untuk pikiran karena menjaga otak tetap sibuk.

7. Bermain video game
Tidak semua video game buruk, beberapa permainan seperti memecahkan teka-teki sudoku membutuhkan banyak penalaran dan berpikir sehingga membantu mengembangkan kekuatan otak.

8. Hindari GPS, tapi gunakan peta
GPS membuat seseorang lebih mudah mencapai tujuan, tapi teknologi ini membuat orang kehilangan kekuatan berpikir analisis. Untuk itu cobalah gunakan peta sebagai penggantinya, peta membuat orang menggunakan imajinasi dan kemampuan analisis.

9. Jangan menggunakan daftar belanja
Kebanyaka orang mencatat daftar belanjaan yang ingin dibeli, tapi mulai sekarang cobalah untuk tidak mencatatnya melainkan mengingatnya di kepala. Awalnya mungkin akan sulit dan melupakan beberapa hal, tapi seiring waktu pikiran akan jadi lebih aktif dan tak perlu pakai bantuan daftar belanjaan lagi.


10. Melakukan multitasking
Melakukan  multitasking atau tugas ganda adalah kegiatan dasar yang sederhana. Meski bisa membuat orang bingung tapi latihan sederhana ini dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi seseorang, agar otak tetap berkonsentrasi.

Pentingnya Membangun Komunitas


 


Sulit memungkiri kenyataan bahwa komunitas adalah aset penting bagi perusahaan. Mengabaikan keberadaan mereka bukanlah sebuah langkah yang cerdas. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Pentingnya peran komunitas, baik yang terbentuk secara online maupun offline, telah disadari oleh banyak perusahaan. Mereka dapat memberi dorongan besar bagi bisnis, memberikan word of mouth (WOM), serta feedback bagi perusahaan. Tak heran bila perusahaan rela membayar mahal untuk kehadiran sebuah komunitas. Sayangnya, komunitas bukan soal uang. Ini soal loyalitas.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun komunitas, antara lain:


Memancing feedback
Ajukanlah pertanyaan dan biarkan orang-orang terlibat diskusi di dalamnya. Hargailah feedback yang diberikan dengan meresponnya. Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan ikut terlibat dalam diskusi tersebut.


Biarkan orang-orang berkomentar di blog perusahaan
Hal ini cara yang sangat baik untuk mendapatkan feedback dari pelanggan. Namun, tentunya hal tersebut perlu dikelola dengan baik. Mengelola dengan baik bukan berarti hanya menampilkan komentar yang baik-baik saja. Komentar yang berseberangan dengan perusahaan juga perlu ditampilkan. Hal tersebut justru bisa menjadi cara untuk melakukan dialog. Namun berhati-hatilah dengan komentar yang hanya berisi hujatan dan hinaan.


Bangunlah sebuah forum
Forum dapat menjadi arena bagi pelangganj untuk saling berkomunikasi. Bila diperlukan, Anda juga bisa terlibat di dalamnya. Misalnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka atau justru melontarkan pertanyaan untuk didiskusikan.


Menggelar “kopi darat”
Buatlah pertemuan para pelanggan, misalnya dengan membuat seminar atau event networking. Undanglah pembicara di kalangan profesional. Biarkan orang-orang berinteraksi dan tampilkan video kegiatan tersebut di situs perusahaan.


Buatlah webinar atau tweetchat
Hal ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menjalin komunikasi dengan para pelanggan di dunia maya. Ajaklah pembicara tamu untuk menjawab pertanyaan. Namun, pastikan Anda menjelaskan hal ini kepada para pelanggan yang belum pernah berpartisipasi dalam kegiatan sejenis.


Berikan nilai lebih kepada para pelanggan
Hal ini boleh jadi merupakan poin paling penting dari semuanya. Anda bisa saja memberikan semua hal di atas, tapi bila hal tersebut tak lebih dari kendaraan promosi semata tanpa menawarkan informasi yang berguna, komunitas yang Anda bangun tidak akan bertahan lama.
Pelanggan akan percaya Anda adalah pemimpin dalam industri bila Anda bisa menawarkan sesuatu yang bernilai. Hal ini bisa berupa blog yang informatif, eBook gratis, atau newsletter yang memberikan tips ekslusif untuk komunitas. Membentuk citra sebagai pemimpin akan menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang, bahkan jika perusahaan belum memperoleh keuntungan apapun saat ini.

Hal terpenting yang perlu diingat dalam usaha membangun komunitas adalah konsistensi. Kebanyakan perusahaan tidak konsisten melakukan hal-hal di atas. Akibatnya komunitas yang mereka bangun akhirnya mati. Padahal kalau mau konsisten merawat komunitas ini, kita bisa mendapat banyak keuntungan. Karenanya rawatlah komunitas kita, dan mereka akan menjaga perusahaan, baik secara online maupun offline.

8  Tren Komunikasi Tahun 2012


 
Pergantian tahun sudah di depan mata. Seperti biasa segala macam ramalan dan prediksi tren soal macam-macam hal dibuat. Mulai dari ramalan kehidupan percintaan, bisnis, hingga tren fashion dan tren seputar ekonomi dan pasar modal. Kurang afdol rasanya kalau bidang komunikasi tidak ikut mengeluarkan tren. Berikut ini delapan hal yang akan menjadi tren tahun depan seputar dunia komunikasi dan public relations.
  • Laporan kepada Stakeholder
Keberhasilan atau kegagalan perusahaan umumnya hanya dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti dewan komisaris atau para pemegang saham. Namun, di beberapa negara seperti Australia laporan tidak hanya diberikan kepada mereka. Hasil yang diperoleh perusahaan juga dilaporkan kepada para karyawan, pelanggan, termasuk kepada orang-orang yang punya kemampuan mempengaruhi opini publik. Hal ini tampaknya akan menjadi tren tahun depan, terutama ketika brand awareness telah menjadi bagian yang diperhitungkan dalam neraca keuangan.
  • Konvergensi TV Sosial
Ada hal menarik dari aplikasi-aplikas yang ada saat ini. Mungkin Anda pernah dengan tentang aplikasi Get Glue. Dengan aplikasi ini Anda dapat “check in” dalam sebuah program televisi dan berincang-bincang dengan orang-orang di seluruh dunia yang sedang menonton program yang sama. Hal ini memungkinkan kita mengulas sebuah program, membicarakan tentang hal yang terjadi seputar program tersebut, serta mendengarkan pembicaraan orang-orang. Hal ini juga berlaku untuk music dan film. Jika benar proyek terakhir Steve Jobs sebelum ia mangkat adalah iTV, maka hal ini akan jadi sangat populer tahun depan. Siap-siap saja.
  • Integrasi Semua Bidang
Integrasi akan menjadi kata kunci sekaligus hal yang sangat krusial tahun depan. Saat ini kita bicara tentang mobile, sosial, marketing, public relations, iklan, direct mail, surel, customer service, dan sales seperti masing-masing bekerja dalam silo. Pada tahun 2012 hal ini harus diintegrasikan. Customer service tidak bisa bekerja tanpa kita bicara soal sales. Sales membutuhkan public relations. Dan mobile tidak bisa hidup tanpa marketing. Kita akan melihat bidang-bidang ini bekerja sama seperti mereka berada dalam satu lingkaran, dan bukan di dalam silo.
  • Hasil = Jumlah Rupiah
Jika tidak mengukur hasil dalam ukuran rupiah, maka Anda akan kehilangan pekerjaan tahun depan. Anda sepertinya perlu belajar tentang marketing, manajemen produk, dan akuntansi dasar agar dapat melakukan hal tersebut dengan efektif.
  • Email Marketing
Meski terdengar usang, tapi email marketing akan tetap efektif digunakan tahun depan. Memang surel bukan mainan baru yang berkilau layaknya media sosial. Malah surel terdengar oldies. Tapi hal tersebut masih tetap efektif. Hampir semua orang menggunakan surel saat ini, dan belum semua orang menggunakan jejaring sosial. Jadi, ya, email marketing masih akan menjadi tren tahun depan.
  • Sistem Pembayaran yang lebih Mudah
Tahun depan urusan bayar membayar akan lebih mudah dan cepat. Apple Store misalnya. Mereka telah memiliki aplikasi pembayaran yang membuat orang tidak perlu antri di kasir. Hal yang perlu dilakukan hanya mengunduh Apple app, memindai bar code, dan total pembelian pun akan keluar. Tagihan tersebut akan ditagihkan melalui akun iTunes dan Apple akan mengirimkan struk pembayaran Anda melalui surel. Mudah dan cepat. Hal serupa juga telah dilakukan di Starbucks. Tahun depan kemudahan-kemudahan semacam ini akan lebih sering kita jumpai.
  • Jejaring Sosial Baru
Kita sepertinya telah memiliki cukup banyak situs jejaring sosial. Namun, mereka masih akan terus bermunculan tahun depan. Beberapa di antaranya akan cukup menarik. Misalnya saja platform yang dimiliki Pinterest. Platform ini bertujuan untuk mendorong penjualan. Samuel Gordon Jewelers telah menggunakannya dan merilis kontes Pinterest pertama mereka yang bertajuk “Pin to Win”. Keberhasilannya tentu masih harus diuji, namun kita akan melihat bagaimana pemilik merek memanfaatkan hal ini dan jejaring baru yang akan muncul tahun depan.
  • Cetak Bergeser ke Tablet
Tahun depan produk cetak sepertinya akan bergeser ke tablet. Misalnya saja katalog-katalog yang semula dicetak, tahun depan akan berubah ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan di tablet PC Anda. Hal ini tentu akan lebih ramah lingkungan karena itu berarti akan mengurangi pemakaian kertas.

6 Langkah Untuk Mengembangkan Public Relation dan Media Plan Anda


Ahli pemasaran akan memberitahu Anda bahwa kampanye public relation yang terencana seringkali jauh lebih efektif daripada iklan. tutorial ini akan membantu Anda dalam mengembangkan dan menciptakan inti dari kampanye PR Anda dalam enam langkah mudah.

Langkah 1:
Tentukan dan tuliskan tujuan Anda untuk publisitas atau media plan.
 Bagaimana Anda akan merancang kampanye public relations? Yang dirancang untuk:
- Membangun keahlian Anda diantara rekan-rekan Anda, press, atau klien potensial Anda atau pelanggan?
- Membangun goodwill antara pelanggan Anda, pemasok atau komunitas Anda?
- Membuat dan memperkuat merek Anda dan citra perusahaan profesional?
- Menginformaiskan dan menciptakan persepsi yang baik mengenai perusahaan dan jasa Anda?
- Membantu Anda dalam memperkenalkan layanan baru atau produk ke pasar Anda?
- Menghasilkan penjualan atau arahan?
- Mengurangi dampak negatif dari publisitas dan atau krisis perusahaan?
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya menanyakan hal-hal ini pada awal tutorial yang seharusnya untuk menunjukkan Anda bagaimana untuk membuat dan Anda mengembangkan rencana publisitas? Jawabannya adalah mudah. Dalam rangka untuk publisitas dan media Anda berencana untuk menjadi sukses itu pertama yang paling penting untuk menentukan dan mendefinisikan tujuan Anda. Dengan tujuan yang jelas dalam pikiran Anda telah gampang melaksanakan di dalam lapangan  dengan mengingat tutorial ini.



Langkah 2:
Tentukan tujuan Anda dalam mencapai tujuan ini.
 Sangat penting untuk menjelaskan tujuan Anda secara spesifik, terukur, berorientasi pada hasil dan terikat waktu. Tujuan ini harus sejalan dengan bisnis Anda secara keseluruhan, pemasaran dan tujuan penjualan.



Langkah 3:
Tentukan terdiri dari siapa target audiens Anda.
 Siapa yang ingin dijangkau dengan kampanye ini? Apa yang Anda inginkan untuk isi pesan Anda?


Langkah 4:
Mengembangkan jadwal untuk kampanye public relation.
Menciptakan sinergi  dengan bertepatan merencakan public relation menghubungkan dengan pemasaran lainnya dan upaya penjualan.



Langkah 5:
Kembangkan rencana serangan Anda.

Apakah medium komunikasi yang akan Anda pakai untuk menyampaikan pesan Anda?
Contoh: Press Release, artikel, cerita kustomer sukses, Surat ke Editor, Press Conferences, interview atau media tours,, radio, televisi atau press interviews, seminar, event sponsorship.
Pilihlah tiga dari daftar di atas dan mulai lah melakukan penelitian dan kembangkan pendekatan Anda.

Langkah 6:
 Masukkan langkah-langkah di tempat untuk melacak hasil dari kampanye public relation Anda. Setelah setiap kampanye telah selesai dan meninjau hasil. Apakah Anda mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan mencapainya?  Jika Anda mempertimbangkan memodifikasi rencana awal Anda? Jika demikian, bagaimana dan mengapa?

4 Tips Taklukan Tantangan Komunikasi Global




Suka atau tidak, saat ini kita semua telah menjadi perusahaan teknologi. Anda mungkin akan menyangkal hal ini karena perusahaan Anda tidak bergerak di bidang teknologi. Namun, Anda perlu tahu bahwa kehadiran teknologi digital dan media sosial telah membuat kita menjadi perusahaan teknologi.

Hal tersebut adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Hal ini juga berarti perusahaan tidak bisa mengelak dari tuntutan pelanggan untuk terkoneksi dengan merek Anda, kapanpun dan dimanapun. Akibatnya batas tradisional geografis dan kultur menjadi kabur.
Apa artinya ini bagi para praktisi komunikasi? Bagi mereka yang ingin berekspansi ke pasar global, itu artinya mereka perlu menyiapkan strategi yang jauh lebih jitu dari sebelumnya. Strategi “satu untuk semua” tidak bisa dipakai dalam kampanye multinasional. Kita juga perlu memperhitungkan pelanggan yang menuntut dapat berhubungan dengan merek di dunia digital. “Kehadiran” menjadi elemen penting dalam komunikasi digital.

Berikut ini empat tips agar strategi komunikasi Anda dapat menjangkau semua pasar:

1. Jangan mulai sebelum Anda siap
Perusahaan seringkali memulai komunikasi multinasional sebelum mereka benar-benar siap. Mungkin kita semua sudah memahami ini, tapi tidak ada salahnya kembali diingatkan bahwa kita tidak bisa mengkopi kampanye yang dilakukan di satu negara ke negara lainnya. Tak peduli betapapun bagusnya strategi global Anda, ada tiga hal yang perlu diketahui sebelum memulai kampanye regional, yaitu pelanggan lokal, penutur bahasa lokal, dan konten bahasa setempat.
Kalau Anda sudah mengenal tiga hal tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan riset faktor-faktor kunci di masing-masing pasar. Mulai dari perilaku konsumen, linguistik, perbedaan budaya, hingga tren teknologi dan kematangan pasar. Berikan perhatian lebih pada masalah bahasa dan jangan anggap remeh hal yang kelihatannya sepele.  Misalnya saja istilah handphone dan cell phone. Di Asia, orang-orang lebih senang dengan istilah handphone atau mobile phone. Sementara di Amerika Serikat istilah yang digunakan adalah cell phone. Hal ini adalah detil kecil tapi dapat memberi dampak pada sebuah kampanye.

2. Koordinasikan strategi di tingkat global
Hal ini sangat penting dilakukan ketika kita berencana melakukan kampanye global. Di tingkat domestik mungkin Anda sudah fokus pada integrasi online dan offline. Tapi, ketika melakukan ekspansi internasional, Anda harus datang dengan serangkaian kampanye dan channel baru. setelah itu Anda harus menggabungkannya dengan bauran komunikasi yang telah ada sebelumnya.
Untuk menjaga konsistensi kampanye, Anda perlu mempertimbangkan membuat sebuah tim kecil yang terdiri dari praktisi komunikasi global yang berpengalaman. Tim ini nantinya dapat memandu pengembangan strategi.

3. Pilihlah insider yang tepat
Ketika akan melebarkan sayap ke pasar internasional, sangat penting mencari partner lokal yang tepat. Karenanya tidak perlu terburu-buru dalam menyeleksinya. Partner lokal adalah aset yang tidak terganti dalam komunikasi global. Partner yang tepat akan menuntun kita dalam memilih media tepat, channel yang perlu mendapat perhatian lebih, dan ide kreatif yang paling mengena untuk audiens lokal. Tepat tidaknya kita memilih partner lokal akan menentukan kesuksesan kampanye, jadi pilihlah yang terbukti memiliki kemampuan dan pengalaman.

4. Sentralisasi laporan
Untuk menghasilkan kampanye yang sukses dibutuhkan kemampuan menganalisa, menyempurnakan, dan menyesuaikan strategi secepat mungkin. Ini dapat menjadi masalah ketika berada di skala global.
kondisi ini membuat peran laporan sangat penting. Untuk itu Anda perlu menyusun sebuah laporan yang dapat membantu mengambil keputusan dengan cepat. Caranya dengan hanya memasukan indikator kunci. Jangan lupa memastikan tools laporan Anda dapat membaca semua bahasa, mata uang, dan data spesifik yang relevan dengan kampanye Anda. Ini akan menghemat waktu dan memastikan Anda membuat perbandingan yang akurat.
Komunikasi global tidak harus menjadi permainan tebak-tebak buah manggis. Tantangannya memang sangat berat, mulai dari koordinasi kampanye, partner yang cukup banyak, bahasa yang berbeda, hingga perbedaan kultur dan perilaku pelanggan. Namun, kombinasi strategi global yang terkoordinasi dengan keahlian partner lokal dapat menjadi peta penuntun di setiap pasar baru.

6 Peran Kunci Corporate Communicators




Bagi para corporate communicators, saat ini merupakan masa yang berat. Kenapa? Karena sekarang masyarakat mengalami yang namanya “attention deficit disorder”. Hal ini diungkapkan oleh Steve Crescenzo, pakar komunikasi dalam Corporate Communicators Conference di Chicago minggu ini.

“Tidak ada orang yang dapat memperhatikan orang lain lebih dari satu menit,” kata Crescenzo. Parahnya lagi, tim komunikasi perusahaan harus bersaing dengan ratusan media dan aktivitas lain untuk menarik perhatian karyawan. “Menurut Anda kira-kira mana yang akan dibaca kalau pilihannya artikel dari cosmopolitan.com tentang waktu terbaik untuk berhubungan seks dan pidato direktur?” sambung Crescenzo.

Tidak ada orang yang ingin membaca hal membosankan ketika ada hal lain yang lebih menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Di sinilah para komunikator berperan, menciptakan konten yang tidak membosankan. Kabar baiknya, saat ini para komunikator memiliki alat yang lebih banyak dari sebelumnya untuk melakukan hal tersebut.

Ada enam peran yang bisa diambil oleh para corporate communicator agar dapat melakukan tugas mereka menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan karyawan, yaitu:

1. Mata-mata media sosial
Sebagai corporate communicator, kita perlu menciptakan komunikasi tiga arah, yaitu dari perusahaan kepada karyawan, karyawan kepada perusahaan dalam bentuk feedback, dan interaksi antar karyawan. Nah, bagian terakhir ini menjadi bagian yang sangat penting.
“Bagi saya di sinilah keajaiban terjadi. Jika kita menjadi mata-mata di media sosial, kita cukup mendengarkan. Bila ada hal yang menarik, kita bisa langsung mengeksposnya,” kata Crescenzo. Misalnya saja apa yang dilakukan tim komunikasi perusahaan General Motors. Mereka menemukan cerita menarik di media sosial internal, Overdrive.
Cerita tersebut berawal dari salah satu karyawan mentraktir seorang tak dikenal karena ia mengendarai Chevrolet Traverse. Karyawan tersebut menceritakan hal ini dan mendapat pujian dari rekan-rekannya. Tim komunikasi kemudian membuatkan video yang menampilkan karyawan itu dan ia bicara tentang pentingnya membangun hubungan personal dengan orang-orang yang menggunakan produk perusahaan.
Dari cerita ini kita tahu bahwa karyawan dapat menjadi sumber krisis PR terbesar atau duta besar produk terhebat.

2. Penasihat media sosial
Membuat jajaran eksekutif terlibat dalam media sosial saja tidaklah cukup. “Kita harus membantu mereka memahami apa yang baik dan tidak,” ujar Crescenzo. Para eksekutif perlu diedukasi bagaimana terlibat dalam media sosial.
Untuk berinteraksi dengan para karyawan melalui media sosial, para eksekutif perlu menampilkan sisi lain diri mereka. Sentuhan personal adalah elemen penting dalam hal ini. Ketika mereka terjebak dengan menampilkan posting yang tak ubahnya seperti newsletter maka itu tidak akan berhasil. Di sinilah tim komunikasi perusahaan berperan.

3. Pencari bakat
Tim komunikasi internal bukan satu-satunya yang bisa menceritakan kisah perusahaan. “Anda harus mencari orang lain yang bisa melakukannya. Dan karyawan adalah para pencerita yang baik,” begitu kata Crescenzo.
Setiap orang memiliki cara bercerita sendiri. Hal ini membuat penceritaan kisah perusahaan akan lebih kaya dan penuh warna. Bandingkan bila hanya tim Anda yang bercerita. Pada satu titik tentu akan menimbulkan kejenuhan.

4. Sang alkemis
Peran lain yang perlu dilakukan oleh tim komunikasi perusahaan adalah mengubah berita-berita perusahaan yang membosankan menjadi kabar yang menarik untuk disimak karyawan. Salah satu cara yang diusulkan oleh Cresenzo adalah dengan menulis tentang orang-orang ketimbang terfokus pada kebijakan. “Jika Anda memulainya dengan fokus kepada orang, informasi mengenai kebijakan akan mengalir bersamanya,” jelasnya.

5. Sang pendongeng
Untuk melakukan peran ini, Anda perlu jeli memilih media. Peran ini adalah soal memilih media yang tepat untuk menceritakan sebuah kisah. Anda harus tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing media. Misalnya saja video. Media ini sangat tepat untuk menampilkan emosi dan gairah. Di samping itu sangat tepat digunakan untuk mengajak orang-orang “datang” ke tempat yang mungkin tidak bisa mereka kunjungi.

6. Eksekutor
Do less, and do it better,” begitu kata Crescenzo. Menurutnya tim komunikasi perusahaan harus berhenti “berperang” di pertarungan yang salah. Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan tentang deadline atau desain-desain pekerjaan hanya demi mempercepat proses approval. “Cobalah sesuatu yang baru. satu-satunya medan pertempuran yang perlu diperjuangkan adalah menarik perhatian audiens Anda,” tutup Crescenzo.

Brand Tak Perlu Ragu Minta Maaf




Banyak perusahaan dan organisasi yang pernah menghadapi krisis media sosial mengatakan bahwa pelajaran paling berharga yang mereka dapatkan dari pengalaman tersebut adalah besarnya kekuatan maaf. Meminta maaf dan mengakui dengan jujur kesalahan yang dilakukan membuat mereka mampu membalik keadaan dan mengatasi krisis yang terjadi.

Dalam sebuah wawancara, Frederic Gonzalo, Vice President of Marketing Le Massif – resort ski besar di Quebec, Kanada – menyebut hal yang sama tentang krisis media sosial yang mereka alami pada tahun 2011 silam. “Kami menyadari kekuatan maaf dan kami juga menyadari seharusnya hal tersebut dilakukan lebih awal,” kata Gonzalo.

Namun, untuk menyadari bahwa hal tersebut seharusnya dilakukan lebih awal umumnya pemilik merek harus melewati proses yang sulit. Seringkali butuh waktu lama bagi merek untuk menyadari fakta sederhana tersebut.

Jika meminta maaf dan mengakui kesalahan terbukti berhasil membantu merek mengatasi krisis media sosial, pertanyaannya mengapa dalam banyak kasus para pemilik merek menolak melakukan hal tersebut dan baru melakukannya setelah krisis sudah berlangsung berlarut-larut?

Biasanya hal ini dilakukan karena pertimbangan para pengacara perusahaan. Para pengacara umumnya mempertimbangkan aspek hukum dari tindakan tersebut – meminta maaf dan mengakui kesalahan. Dengan pertimbangan ini, mereka akan menyarankan pemilik mereka untuk mengatakan hal-hal seperti “Kami benar-benar menyesalkan keadaan ini”. Kalimat tersebut akan terdengar tulus tanpa memberikan risiko hukum.

Bagaimanapun mengatakan keadaannya “sangat disayangkan” bukan cara untuk minta maaf apapun keadaan yang membawa merek Anda mengalami krisis. Pelanggan ingin merasakan bahwa Anda benar-benar peduli dan mendengar apa yang mereka alami. Mengganti permintaan maaf dengan mengatakan “hal ini sangat disayangkan” tidak akan memberikan keyakinan pada mereka bahwa Anda benar-benar peduli.

Salah satu hal hebat dari media sosial adalah media ini memungkinkan Anda memanusiakan merek, tak peduli berapapun ukurannya. Pada kenyataannya, pelanggan Anda ingin bertemu dengan orang-orang yang berada di belakang merek, dan mereka memahami bahwa manusia tak luput dari kesalahan.

Pelanggan ingin melihat Anda benar-benar menyesal dan belajar dari kesalahan tersebut. semakin cepat Anda dapat menunjukkan hal ini, semakin baik bagi perusahaan atau organisasi Anda.
Tidak percaya? Mari kita bedah kelebihan dan kekurangan masing-masing strategi tersebut.

Mengatakan “ini sangat disayangkan”
Kelebihan:
  • Hal ini membuat pengacara Anda tenang karena Anda tidak pernah secara langsung mengaku bersalah.
  • Hal mungkin membuat Anda merasa dapat mengendalikan keadaan.
Kelemahan:
  • Ini bukan permintaan maaf dan pelanggan Anda yang sedang kesal juga tidak akan melihat hal tersebut sebagai permintaan maaf.
  • Hal tersebut tidak akan menolong Anda mengendalikan krisis media sosial.
  • Ini tidak menghubungkan Anda dengan pelanggan, karena hal ini Anda tidak bisa membangun hubungan yang panjang dengan pelanggan.
Mengatakan “kami minta maaf”
Kelebihan:
  • Menunjukkan bahwa Anda menyadari telah membuat kesalahan dan akan belajar dari kesalahan tersebut.
  • Membuat pelanggan merasa bahwa Anda peduli terhadap mereka, dan hal ini membantu dalam membangun hubungan jangka panjang.
  • Membuat pelanggan cenderung memaafkan kesalahan
  • Skenario terbaik: ini membantu Anda menghentikan krisis media sosial dengan baik
  • Memanusiakan merek
Kekurangan:
  • Tindakan ini menegaskan Anda melakukan kesalahan.
  • Akan membuat pengacara Anda tidak tenang
  • Membuat Anda berisiko menghadapi tuntutan hukum.
Pada dasarnya para pemilik merek memiliki dua pilihan: meminta maaf sungguh-sungguh dan belajar dari kesalahan yang terjadi atau bermain aman tapi sebenarnya menempatkan merek Anda dalam risiko yang lebih besar. Sebelum mengambil keputusan, tentukan dulu mana yang lebih penting bagi Anda, tim hukum atau pelanggan.

Sesungguhnya pelanggan dan penggemar merek Anda ingin berhubungan dan memaafkan kesalahan Anda ketimbang membawanya ke ranah hukum. “Kadangkala meminta maaf bukan saja hal yang tepat dilakukan, tapi juga ongkosnya lebih murah,” begitu kata Dave Carroll dalam bukunya United Breaks Guitars, The Power of One Voice in the Age of Social Media. (www.prdaily.com)